Pages

Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Desember 2014

Kata tugas dan Interjeksi



Kata Tugas dan Interjeksi
Kata tugas adalah yang berfungsi total, memperluas atau mentransformasikan kalimat dan tidak dapat menduduki jabatan-jabatan utama dalam kalimat, seperti kata lan, ing, kanthi, dll, dikelompokan ke dalam kelas kata tugas.

Ciri-Ciri kata tugas:
Tidak dapat berdiri sendiri sebagai tuturan yang bebas.
Tidak pernah mendapat imbuhan atau mengalami afiksasi.
Berfungsi menyatakan makna gramatikal kalimat.

Klasifikasi kata tugas:
ð  Preposisi, disebut juga kata depan. Contoh: ing, rikala, kanthi, awit saka
ð  Konjungsi, disebut juga kata sambung. Contoh: lan, nalika, nanging, kajaba, mula saka iku, magepokan karo.
ð  Artikula, disebut juga kata sandang. Contoh: sang, para.
ð  Partikel, berbentuk menyerupai afiks. Contoh: kok, mbok, dhing, tak.
ð  Kata bantu predikat. Contoh: kepeksa, arep, asring,
Batasan Interjeksi:
Interjeksi merupakan kategori kata yang ada untuk mengungkapkan rasa hati penuturnya. Bentuk Interjeksi: primer (lho, lha, wah, o, ah) sekunder (adhuh, wadhuh, hore).

Numeralia



Numeralia
Numeralia adalah kata yang digunakan untuk membilang hal yang diacuh nomina. Numeralia adalah kata yang digunakan untuk membilang hal yang diacuh nomina. Oleh karena itu nomina lazim disebut dengan kata bilangan.

Ciri-Ciri Numeralia:
Numeralia dapat berangkai dengan nomina. Contoh: limang piring
Numeralia dapat berangkai dengan kaya “mbaka”. Contoh: mbaka siji
Numeralia dapat berangkai dengan kata pingh/kaping. Contoh: kaping wolulas.

Bentuk numeralia:
-          Numeralia monomorfemis: siji, loro, telu, papat, lima, enem
-          Numeralia polimorfemis: nelu, sangan, sakloron
Numeralia bentuk ulang: akeh-akeh, sija-siji, lelima
Numeralia bentuk majemuk: limalas, patang puluh.
Numeralia bentuk kombinasi: maewu-ewu, kapat sasur, saprowolon.
-          Numeralia berdasarkan referennya:
Numeralia pokok: pitu, akeh, kekalih, mbaka siji, eka, dwi, tri.
Numeralia pecahan: sapralima, rongprotelon, telung prapat.
Numeralia tingkat: kaping siji, kaloro, katelu.
Numeralia ukuran: lusin, kodhi, liter, gram.
Numeralia penggolong: elas, lembar, lirang, siyung, tundhun, tetes, puluk.

Adverbia



Adverbia
Adverbia adalah keterangan tentang cara suatu perbuatan terjadi, bagaimana kata sifat terjadi, kata adverbia terjadi dan suatu klausa terjadi. Secara tradisional adverbia didefinisikan sebagai kata yang berfungsi memeberi keterangan bagaimana suatu tindakan yang dinyatakan oleh verba dilakukan. Didalam pengembangannya pengertian itu meluas menjadi kata yang berfungsi memberi keterangan pada unsur tertentu di dalam suatu konstruksi, unsur itu dapat berupa kata, frasa, atau klausa.

Ciri-Ciri adverbia
Kata adverbia dapat mengikuti kata kerja, kata sifat.
Kata adverbia dapat dimodifikasi oleh kata adverbia lain seperti “rada”, “luwih”, “banget”, “dhewe”.
Kata adverbia tidak bisa menempati posisi L (kata benda) + adverbia
Kata adverbia bisa menempati posisi yang tidak bisa digantikan oleh kata sifat.
Atas dasar posisinya, dibedakan menjadi adverbia letak kiri, kanan, kiri dan kanan.

Bentuk Adverbia:
-       Adverbia monomorfemis, contoh: arep; isih; meh; ijen; luwih; paling; rada; arang; ora; uwis; mung; mlayu nggendring; lunggung jegnag; sugih mblegedhu; oadhang njingglang; adhem njekut; ajur mumur; mati pet; nangis ngguguk; mubeng seser.
-       Adverbia polimorfemis:
Adverbia berafiks, contoh: ngebut; ketuwan; nyepuluh-ewonan; nyepedha.
Adverbia berunsur mak atau pating, contoh: mak byar; mak pencolot; pating glimpang
Adverbia bentuk ulang, contoh: bola-bali; girap-girap; bebarengan.
Adverbia bentuk gabung, contoh: sedhela engkas; babar pisan; mung wae.
Adverbia bentuk kombinasi, contoh: mati-matian;  gegancangan; saapik-apike.
-       Adverbia Transposisi
  • Adverbia de adjektiva, contoh: garingan, edan-edanan, kamigilan, ketuwan, sawarege, saenak-enake, menengah.
  • Adverbia de verba, contoh: jogedan, adhep-adhepan, konangan, nggliyer, sarampunge, sabisa-bisane, kepidak-pidak.
  • Adverbia de nomina, contoh: sandhalan, jejaranan, iket-iketan, nyepur, ndesani, ngati-ati, kawanen, pungkasane, kesikut-sikut.
  • Adverbia de numeralia, contoh: telon, nyewon, ngloro, mapat-mapat.

Pronomina

Pronomina
Pronomina adalah kategori kata yang dipakai untuk mengganti nomina. Selain itu, pronomina juga menggantikan kategori numeralia. Pronomina adalah kategori kata yang dipakai untuk menggantikan nomina. Pronomina juga menggantikan kategori numeralia. Pronomina dapat diketahui berdasarkan ciri atau perilaku sintaksisnya, baik pada tataran frasa maupun kalimat.

Subkategori Pronomina:
  • Pronomina persona/purusa
Utama purusa: aku, awakku, kene, kula, kawula, adalem, abdi, ingsun.
Madyama purusa: kowe, awakmu, sira, sliramu, sampeyan, panjenengan.
Pratama purusa: dheweke, dhekne, panjenenganne, panjenenganipun.
  • Pronomina demonstratif/panuduh:
Demonstratif subtantif: iki, kuwi, kae
Demonstratif lokatif: kene, kono, kana.
Demonstratif diskriptif: ngene, ngono, ngana.
Demonstratif temporal: ndhisik, wingine, mau, saiki, samangke, mengko.
Demonstratif dimensional: semene, semono, semana.
Demonstratif arah: ngriki, ngriku, ngrika.
  • Pronomina interogatif/pitakon: apa, sapa, geneya, endi, kapan, kepiye.
  • Pronomina posesif/pandarbe: dak-, -ku, -kok-, -mu, -e
  • Pronomina relatif/panyilah: sing, kang, ingkang
  • Pronomina indeterminatif/kata ganti tak tentu: sawijining, kabeh, sing sapa.

Selasa, 23 Desember 2014

Adjectiva (Kata Sifat)



Adjektiva (kata sifat)
Adjektiva adalah kata yang berfungsi sebagai modifikator nomina. Adjektiva adalah kata yang berungsi sebagai modifikator nomina. Modivikator itu memberikan keterangan tentang sifat atau keadaaan nomina di dalam tataran frasa. Contoh adjektiva yang yang memberi keterangan sifat nomina, misalnya ayu, panas, kuning. Contoh adjektiva yang memberi keterangan tentang keadaan nomina, misalnya lara, kuna, anyar.

Ciri-Criri Adjektiva:
  • Perilaku morfologis
Dapat diperhatikan sejauh kata tersebut berbentuk polimorfemis yakni gabungan dua buah morfem atau lebih.
  • Perilaku Sintaksis/Valensi
    • Diikuti kata yang bergradasi: paling, luwih, dhewe, rada, paling, banget.
    • Sebagai atribut kata benda: bocah pinter, klambi abang.
    • Biasa dinegasikan dengan “ora”: ora bagus, ora abang.
    • Terdapat pola sintaksis yaitu aja+adjektiva+ -R, mengko yen ke-adjektiva-en mundhak….

Bentuk Adjektiva:
Ø  Adjektiva monomorfemis, dibedakan menjadi empat macam:
Ø  Adjektiva asal, contoh: abang; angel; anggak; bunder; kecut; jero
Ø  Adjetiva paduan, contoh: dhelik (gedhe cilik); ndekwur (cendhek  dhuwur)
Ø  Adjktiva asosiatif, contoh: byarpet; cespleng; plunglap.
Ø  Adjektiva berubah bunyi, contoh: angil; elik; abut; ketaru; panis.
Ø  ü Adjektiva polimorfemis
Ø  Adjektiva berafiks, contoh: nglenga; isinan; maregi.
Ø  Adjektiva ulang, contoh: ayu-ayu; nyenyengit; plegak-pleguk.
Ø  Adjektiva majemuk, contoh: abang dluwang; campur adhuk; cilik menthik.
Ø  Adjektiva kombinasi, contoh: kelunta-lunta; kelara-lara; ugal-ugalan.